Pondok Daud Musik Widodo Mikha Bangun Karakter Lewat Musik

Hai Semua …
Selamat pagi dan selamat beraktivitas 🙂

Kamis lalu (25/10), wartawan transumatera.com menyambangi Pondok Daud Music Care yang berlokasi di Jalan Jend. Suprapto Nomor 5, Tanjungkarang, Bandarlampung. Kebetulan, bertemu langsung dengan pendiri sekaligus pemiliknya Widodo Mikha

Jam menunjukkan pukul 11.00 Wib. Lalu, ditawarkan duduk santai persis di depan Pondok Daud. Tak lama kemudian, lewat tukang pisang yang dipikul, lalu disajikan di meja. Sebelumnya, kami dibuatkan kopi nyang rasanya mantap.

“Pisang raja sereh ini rasanya sangat enak, hamper setiap hari, kami menginsumsinya,”: kata Widodo Mikha yang mengenakan kemeja merah dipadu jins berwarna biru, memulai perbincangan.

Lalu, saya memintanya untuk bercerita tentang berdirinya Pondok Daud Care sekaligus misinya. Berikut hasil kesimpulan hasil kisahnya dari wawancaranya.

Delapan belas tahun lalu, saya masuk ke Provinsi Lampung atas ajakan teman saya, waktu itu saya kost di belakang diler mobil Ford, di depan Kantor PLN Tanjungkarang. Dari situ, saya memulai buka kursus musik.

Di kamar kos yang hanya berukuran sekitar 3 x 3 meter itu, selain jadi kamar tidur, juga saya sulap jadi ruangan mengajar. Lambat laun, berkembang.

Singkat cerita, tujuh tahun kemudian dengan modal Rp400 ribu, saya pinbdah tempat. Dari sana terus berkembang, hingga akhirnya ada penghasilan tambahan.

Tujuh tahun kemudian, saya bisa membeli tempat di Jalan Jend. Suprapto. Dari sinilah saya juga memulai bikin studio sampai pengadaan perlengkapan instrument music. Dari mulai drum, sampai gong kecil tradisional.

Widodo yang memiliki naluri musisi murni, juga mengakui mulai menciptakan keluarga musisi. Ketiga putranya yang kini berprofesi sebagai musisi hasil suntingan dengan sang isteri Hanna Mikha.

Mereka adalah Samuel yang namanya ditambah Song (Samuel Song), ahli di instrument bass, kemudian Josafat ahli di instrument drum, sedangkan si bungsu Abraham sudah gapah memainkan gitar.

“Kalau saya bisa memainkan hampir semua instrument, tapi yang paling sukai adalah piano,” katanya, yang tangan kanannya menghambil pisang di meja.

Meski sudah sukses, Widodo Mikha memiliki cita-cita mulia, yakni ingin membangun kartakter positif lewat music pada anak-anak sejak usia dini. Atas dasar itu, dia tak memungut sepeser pun kepada anak-anak yang mau belajar, setiap Senin malam.

Baginya, musik mampu meningkatkan ketajaman seseorang untuk berpikir dan konsentrasi. Menggunakan musik memang mampu membuat orang yang mendengarkannya lebih fokus. Dengan begitu, anak yang memainkan musik, akan terlatih konsentrasinya, mampu meningkatkan proses berpikir, mengingat, dan menganalisis.

Irama musik terbukti mampu menstimulus anak untuk senang bergerak, seperti bertepuk tangan, menggerakkan tangan dan kaki, atau menari mengikuti irama. Hal ini selain dapat membuat anak bergerak lebih aktif dan tangkas,

Pada saat anak Anda bernyanyi mengikuti lirik lagu, tanpa disadari ia sudah belajar mengenal aneka kata yang terdapat pada lirik lagu. Makin banyak mendengarkan lagu pada anak maka akan semakin banyak ‘tabungan’ kata anak.

Selain diajarkan soal musik, Widodo juga mengajarkan bagaimana cara memotivasi teman dan berterima kasih kepada orang tua. “Semua itu harus sudah diajarkan sejak dini,” katanya.

Kini, siswa di Pondok daud mencapai 300 siswa. Untuk menjadi siswa tetap di sana, syaratnya sangat sangat mudah, yakni tinggal mengisi formulir lalu daftar.

Tak terasa waktu sudah menunjuijkan pukul 13.30 Wib. Saya pun pamitan untuk pulang, tapi Widodo malah meminta saya untuk menyantap tekwan yang katanya enak. Ternyata memang enak. (duleh).